Selasa, November 03, 2009

Puisi Negeri Para Bedebah


Oleh-oleh dari negeri tetangga yg semakin panas, banyak terjadi kebakaran, udara panas, suhu ruangan panas karena power deficit sehingga ac dikurangi, di rumah panas karena ac lagi ngadat…dampak sering dapat giliran off, yg pasti suhu politik semakin panas.

Semoga musim hujan lekas datang, hujan yg membawa berkah untuk seluruh alam….Amiin.



Puisi Negeri Para Bedebah
Karya:Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan



Suhermanto Muis Suhur

Tim Pengembangan dan Pemeliharaan Aplikasi

Direktorat Teknologi Informasi, Gedung D lt.7

BANK INDONESIA

Jl.MH.Thamrin No.2, Jakarta 10350

Telp. : 62.21.3817663, Fax. 62.21.3501859

Jumat, April 17, 2009

"KISAH YG MUNGKIN NYATA"


Seperti biasa saya sehabis pulang
kantor tiba di rumah langsung duduk bersantai sambil melepas
penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri
dan langsung shalat.

Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang
tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya
angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat di muka saya.

Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya
berjubah putih dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah
berdiri di depanku..

Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu.
Sebelum sempat bertanya......siapa dia...tiba2 saya merasa
dada saya sesak... sulit untuk bernafas....
namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya.

Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan
pelan2 dari dadaku......terus berjalan.....
kekerongkonganku....sakittttttttt........sakit......
rasanya. Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,.... Oh
Tuhan ! ada apa dengan diriku.....

Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi
terus memaksa untuk keluar dari tubuhku...
kkhh.........khhhh..... kerongkonganku berbunyi. Sakit
rasanya, amat teramat sakit
Seolah tak mampu aku menahan benda tadi... Badanku
gemetar... peluh keringat mengucur deras.... mataku
terbelalak.....air mataku seolah tak berhenti.

Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu
meninggalkan aku.. Aku melihat benda tadi dibawa oleh orang
misterius itu...pergi...berlalu begitu saja....hilang dari
pandangan.

Namun setelah itu..........aku merasa aku jauh lebih Ringan,
sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya.
Aku herann... istri & anak2 ku yang sedari tadi ada
diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke arahku.. Di
situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat
di bawah sofa yang kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya
membiru. siapa dia???????... Mengapa anak2 & istriku
memeluknya ! sambil menangis... mereka menjerit...histeris
...terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang
terbujur tadi...

Siapa dia.............????????

Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan....
dia........dia.......dia mirip dengan aku....ada apa ini
Tuhan...????????

Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu..... Aku
mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa. Aku coba jelaskan
kalau itu bukan aku.

Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai
berteriak.....tapi mereka seolah tak mendengarkan aku seolah
mereka tak melihatku...

Dan mereka terus-menerus menangis....aku sadar..aku sadar
bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku Aku telah
mati...aku telah mati.

Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku
menangis....berteriak......

Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat
sedih.. selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk
membahagiakan mereka. Belum banyak yang bisa kulakukan !
untuk membimbing mereka.

Tapi waktuku telah habis........masaku telah terlewati....
aku sudah tutup usia pada saat aku
terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja.

Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu
kapan harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.

Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam
keadaan belum ibadah.

Ohh Tuhan, JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih
bisa membaca E-mail ini sungguh aku amat sangat bahagia.

Karena aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui
segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila maut
menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang lebih
siap.

dari :
Suhermanto Muis Suhur
Tim Pengembangan dan Pemeliharaan Aplikasi
Direktorat Teknologi Informasi, Gedung D lt.7
BANK INDONESIA
Jl.MH.Thamrin No.2, Jakarta 10350
Telp. : 62.21.3817663, Fax. 62.21.3501859

Senin, April 13, 2009

SEKEDAR MENGINGATKAN


Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima (5) Kali ...

1. Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Quran.
2. Aku rumah yang gelap, maka terangilah aku dengan selalu solat malam.
3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu, bawalah amal soleh yang menjadi hamparan.
4. Aku rumah ular berbisa, maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar.
5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka banyaklah bacaan
"Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu dapat menjawabnya.

Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya .....

1. Dunia itu racun, zuhud itu obatnya.
2. Harta itu racun, zakat itu obatnya.
3. Perkataan yang sia-sia itu racun, zikir itu obatnya.
4. Seluruh umur itu racun, taat itu obatnya.
5. Seluruh tahun itu racun, Ramadhan itu obatnya.

Nabi Muhammad S.A.W bersabda:

Ada 4 di pandang sebagai ibu ", yaitu :

1. Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN.
2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.
3. Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BERBUAT DOSA.
4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR.

Berpesan-pesanlah kepada kebenaran dan kesabaran.
Beberapa kata renungan dari Qur'an :


Orang Yang Tidak Melakukan Solat:
Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
Zuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
Ashar : Dijauhkan dari kesehatan/kekuatan
Maghrib : Tidak dipatuhi oleh anak-anaknya.
Isyak : Dijauhkan ketenangan dalam tidurnya



Wassalam.

Rabu, April 01, 2009

TUNJANGAN PROFESI GURU DI BAWAH DEPAG CAIR

Tunjangan Guru Agama Cair

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kabar gembira untuk guru madrasah dan guru agama yang lulus sertifikasi pada 2008 dan sebelumnya. Pasalnya, pencairan dana tunjangan profesi tinggal menunggu petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis).

Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama (Kakanwil Depag) Provinsi Lampung Sya'roni Ma'shum, didampingi Kepala Bidang Madrasah dan Pendidikan Agama Abdurahman mengatakan hal tersebut Selasa (31-3) di Bandar Lampung.

"Kini, kepala Seksi Sarana dan kepala Seksi Kuriukum sedang mengikuti rapat di Jakarta membahas juklak dan juknis pembayaran tunjangan profesi untuk guru dan dosen PNS dan non-PNS di lingkungan Depag," kata Rahman, sapaan Abdurahman.

Dia menjelaskan pihaknya menerima surat dari Departemen Agama bernomor SJ/B.I/KU.00.2/756/2009 tanggal 19 Maret tentang Pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen PNS/non-PNS dalam Pembinaan Departemen Agama.

Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Depag Bahrul Hayat itu, pada poin dua menyebutkan Menteri Keuangan telah menyetujui pembayaran tunjangan profesi guru dan dosen PNS/non-PNS Departemen Agama sampai dengan Juni 2009, sambil menunggu penyelesaian peraturan presiden tentang hal tersebut.

Menurut Rahman, guru yang lulus sertifikasi dan akan mendapatkan tunjangan profesi untuk guru PNS berjumlah 2.936 dan guru non-PNS 942 orang. Sedang dana yang dianggarakan dalam DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) untuk guru PNS Rp70,464 miliar dan dana yang dianggarkan untuk guru non-PNS Rp22,608 miliar.

"Tunjangan profesi untuk guru non-PNS akan ditransfer ke rekening guru masing-masing. Sedang guru PNS dananya di cairkan melalui satuan kerja atau tempat guru mengajar," kata dia.

Berdasar pada data Kanwil Depag, sejak 2006--2008, jumlah guru yang menerima tunjangan profesi berjumlah 75 orang. Mereka semua adalah guru non-PNS, dan menerima tunjangan profesi selama 6 bulan. "Kini kita tinggal menunggu juknis dan juklak. Setelah keduanya terbit, kami segera cairkan dana tersebut," kata dia.

Dia menambahkan juknis dan juklak ini akan dijadikan sebagai acuan untuk pencairan dana tunjangan profesi, yakni apakah dana tersebut dicairkan setiap tiga bulan sekali atau enam bulan sekali. Pihaknya berharap juklak dan juknis segera cair sebagai acuan pencairan dana. n UNI/S-1

Selasa, Maret 31, 2009

TUNJANGAN PROFES GURU TETAP DIBAYAR

Tunjangan Profesi Tetap Dibayarkan
Selasa, 31 Maret 2009 | 03:29 WIB

JAkarta, Kompas - Pemerintah menjamin pemberian tunjangan profesi untuk guru dan dosen akan tetap dibayarkan. Untuk itu, pemerintah akan segera mempercepat terbitnya peraturan pemerintah dan peraturan presiden yang menjadi landasan hukum pemberian tunjangan profesi.

”Surat Menteri Keuangan kepada Menteri Pendidikan dan Menteri Agama itu semangatnya tidak untuk membatalkan tunjangan profesi. Namun, tujuannya agar kami mempercepat penyelesaian peraturan pemerintah tentang dosen dan peraturan presiden soal tunjangan profesi. Pokoknya, sebelum Juni kedua instrumen itu sudah diselesaikan,” kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo di Jakarta, Senin (30/3).

Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-145/MK05/2009 tertanggal 12 Maret 2009 soal pembayaran tunjangan profesi guru dan dosen pegawai negeri sipil (PNS)/non-PNS pada Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama dinyatakan, jika sampai akhir Juni 2009 peraturan pemerintah (PP) dan peraturan presiden (perpres) tentang tunjangan profesi belum ditetapkan, pembayaran tunjangan profesi untuk sementara dihentikan.

Surat itu juga menegaskan, jika sampai akhir tahun 2009 PP dan perpres mengenai tunjangan profesi guru dan dosen belum juga ditetapkan, maka tunjangan profesi yang telanjur dibayarkan kepada guru akan dipotong secara bertahap dari gaji bulanan sesuai ketentuan.

Berikan jaminan

Bambang mengatakan, jaminan sudah diberikan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa bahwa kedua instrumen yang sudah disepakati beberapa departemen terkait itu bisa ditetapkan pemerintah sebelum Juni.

Menurut Bambang, pemberian tunjangan profesi bagi guru serta dosen PNS dan swasta yang sudah memenuhi syarat dengan nilai sebesar satu kali gaji pokok tersebut tetap dibayarkan. Kebijakan pemberian tunjangan profesi itu merupakan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang tidak bisa dihentikan begitu saja, termasuk juga oleh pemerintahan berikutnya seusai Pemilu 2009.

Bambang mengatakan, secara teknis kedua instrumen hukum yang diminta Departemen Keuangan itu terus digarap, bahkan dipercepat. Selama ini, pemberian tunjangan profesi untuk guru dan dosen di lingkungan Depdiknas tetap bisa dilaksanakan dengan adanya peraturan Mendiknas.

”Jadi, sebetulnya tak ada masalah meskipun perpresnya belum diselesaikan. Yang belum mengucur adalah tunjangan profesi untuk guru di Departemen Agama,” katanya.

Mendiknas mengatakan, terkait tunjangan profesi di Departemen Agama, Menteri Agama telah menulis surat edaran kepada semua kantor wilayah di Departemen Agama agar segera membayarkan tunjangan profesi guru dan dosen di lingkungan Departemen Agama karena sudah boleh dibayarkan.

Bambang mengakui masih ada permasalahan dalam pembayaran tunjangan profesi bagi pendidik yang berhak. Banyak tunjangan guru dan dosen yang belum bisa dibayarkan karena terbentur masalah administrasi.

Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nadika menambahkan, para guru yang akan menerima tunjangan profesi akan dinilai melalui beberapa hal.

”Para guru yang pantas menerima tunjangan adalah guru yang tetap, dibuktikan dengan SK PNS atau SK dari yayasannya. Selain itu, mereka harus mengajar sedikitnya 24 jam dalam seminggu,” kata Dodi. (ELN)

Sabtu, Maret 28, 2009

TUNJANGAN PROFESI GURU TERANCAM DI HENTIKAN

Tunjangan Profesi Guru Terancam Dihentikan
Belum Ada PP dan Perpres yang Mengatur
Sabtu, 28 Maret 2009 | 05:40 WIB



JAkarta, Kompas - Pembayaran tunjangan profesi guru dan dosen sebesar satu kali gaji pokok per bulan terancam dihentikan. Penghentian tunjangan profesi guru dan dosen ini akibat belum adanya peraturan pemerintah dan peraturan presiden mengenai tunjangan profesi.

Sesuai dengan yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pemberian tunjangan profesi diatur melalui peraturan pemerintah (PP) dan peraturan presiden (perpres). Namun, kedua peraturan tersebut hingga saat ini masih disusun.

Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-145/MK05/ 2009 tertanggal 12 Maret 2009 soal pembayaran tunjangan profesi guru dan dosen PNS/nonPNS pada Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama, jika sampai akhir Juni 2009 PP dan perpres mengenai tunjangan profesi belum ditetapkan, pembayaran tunjangan profesi untuk sementara dihentikan.

Apabila sampai akhir tahun 2009 PP dan perpres mengenai tunjangan profesi guru dan dosen belum juga ditetapkan, tunjangan profesi yang telanjur dibayarkan akan dipotong secara bertahap dari gaji guru yang bersangkutan sesuai ketentuan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Pengaturan Gaji PNS, pemberian tunjangan PNS tertentu (seperti tunjangan profesi guru dan dosen) diatur dengan perpres.

Membuat resah

Sulistiyo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Jumat (27/3), menyesalkan adanya surat menteri keuangan yang akan menghentikan pembayaran tunjangan profesi guru dan dosen. ”Surat itu membuat resah para guru. Persoalan administratif seharusnya sudah diselesaikan pemerintah jauh-jauh hari sebelumnya. Kami meminta supaya hak guru dan dosen tetap dibayarkan karena itu amanat UU Guru dan Dosen,” katanya.

Menurut Sulistiyo, PGRI sudah mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta Presiden segera menerbitkan perpres tunjangan guru dan dosen sebelum Juni ini. ”Saya juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara. Mensesneg berjanji untuk melakukan upaya dan berkoordinasi dengan berbagai pihak supaya perpres yang mengatur tunjangan profesi guru selesai sebelum Juni,” katanya.

Baedhowi, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, menjelaskan bahwa sampai saat ini pembayaran tunjangan profesi guru di Depdiknas masih berjalan. Tunjangan profesi guru dari pemerintah pusat di lingkungan Depdiknas dimasukkan sebagai bantuan sosial, bukan gaji, sehingga tidak ada masalah.

Baedhowi menjelaskan, yang dibutuhkan adalah PP Dosen yang belum ada. Selain itu juga Perpres mengenai Tunjangan Profesi untuk guru di lingkungan Departemen Agama. Tunjangan profesi guru agama belum dibayar karena tunjangan profesi dimasukkan dalam komponen gaji sehingga belum bisa dicairkan.

”Depdiknas bersama Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara terus bertemu untuk mempercepat pembahasan masalah ini,”
ujarnya. (ELN)

Minggu, Maret 22, 2009

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru / Dosen
oleh : DR. SUTARNO, M.Pd.
dosen BK UNS Solo


A. Pendahuluan
1. PTK merupakan salah satu jenis P.P.K.P. , yaitu penelitian yang bertujuan memperbaiki dan meningkat-kan kualitas pembelajaran di Satuan Pendidikan dalam rangka upaya meningkatkan mutu lulusan/luaran.
2. P.P.K.P terdiri atas Penelitian Quasi Experiment, Pene-litian Pengembangan dan Penelitian Tindakan Kelas.
3. Bidang Kajian P.P.K.P. bidang Pembelajaran:
a. Masalah pembelajaran: a.l. pengelolaan kelas, model pembelajaran, pendekatan pembelajaran, strategi dan metode pembelajaran, pengajaran remedial, PAIKEM.
b. Penggunaan Bahan Ajar dan Alat Bantu Pembelajaran dalam upaya pening-katan hasil belajar, al. modul, computer assisted learning, penggunaan media pembelajaran, dll.
c. Pemanfaatan Sumber Belajar alam Pembela-jaran, a.l. perpustakaan baik cetak maupun elektronik, internet, dan sumber lain.
d. Ealuasi Proses dan Hasil Belajar, a.l. evaluasi otentik, penilaian portofolio, ealuasi diagnostik dan tindakan pembelajarannya.
4. Bidang Kajian P.P.K.P. bidang Bimbingan adalah:
a. Pelaksanaan Bimbingan, a.l. program bimbing-an, manajemen bimbingan, jenis-jenis layanan bimbingan, kegiatan pendukung.
b. Pengembangan dan pemanfaatan Sumber dan Media bimbingan, a.l. bahan bimbingan, peman-faatan kotak masalah, pemanfaatan papan bimbingan/konsultasi, pemanfaatan perpustaka-an---tampilan pustaka.
c. Evaluasi proses dan hasil bimbingan, a.l. penyu-sunan instrumen evaluasi, pemanfataan alat ungkap masalah, pemanfaatan jenis instrumen pemahaman individu.

B. Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas / B.K.
1. Pengertian:
a. Dewa Komang Tantra (2005): sebuah proses investigasi terkendali yang berdaur ulang dan bersifat reflektif mandiri, yang memiliki tujuan melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sis-tem, cara kerja, proses, isi, kompetensi, atau situasi.
b. PTK/BK merupakan penelitian yang dilaksana-kan oleh guru/dosen di kelasnya sendiri melalui refleksi diri yang diikuti dengan tindakan yang bertujuan memperbaiki kinerjanya pembelajaran/ layanan, sehingga hasil belajar/ layanan mening-kat.
2. Pelaksanaan PTK/BK diawali dengan kerisauan Guru/ Dosen akan kinerjanya---pembelajaran/layanan, ... kemudian melakukan refleksi diri dan selanjutnya melakukan penelitian dengan tindakan memperbaiki kinerja---pembelajaran/layanan menuju ke arah perba-ikan hasil kinerja---sebagai indikator keberhasilan.
3. Masalah penelitian yang ingin dipecahkan adalah masalah nyata dalam pembelajaran/bimbingan dan konseling yang merisaukan dan mampu diselesaikan oleh Guru/Dosen.
4. Tindakan yang dilaksanakan adalah tindakan pembela-jaran/bimbingan dan konseling---berbagai jenis pende-katan/model/strategi dan metode pembelajaran atau layanan bimbingan dan konseling
5. PTK/BK dilaksanakan secara kolaboratif antara Guru---Mapel, Kelas, BK dengan dosen atau peserta didik.
6. PTK/BK dilaksanakan secara bersiklus---sampai dengan tercapainya indikator kinerja/keberhasilan kinerja yang direncanakan oleh Guru/Dosen. Rangkaian kegiatan meliputi kegiatan perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi.

C. Pelaksanaan PTK/BK
a. Tahap perencanaan perbaikan: identifikasi masalah, analisis dan perumusan masalah, dan penetapan rencana tindakan.
b. Tahap pelaksanaan tindakan:
i. penyiapan pelaksanaan (rencana dan skenario, fasilitas/sarana pendukung, cara merekam/ mencatat dan menganalisis data proses perbaik-an, … bilamana perlu dilakukan simulasi),
ii. pelaksanaan tindakan (tidak mengganggu pem-belajaran, memperhatikan aturan dan etika tugas profesional Guru/Dosen, mendapat dukungan masyarakat sekolah).
c. Observasi, evaluasi dan interpretasi, dilaksanakan ber-samaan dengan pelaksanaan tindakan.
d. Reflleksi, diawali dengan kegiatan analisis data, yaitu menyeleksi dan mengelompokkan data, memaparkan dan mendeskripsikan data dalam bentuk narasi, tabel, dan/atau grafik, serta menyimpulkan secara deklaratif.
Berdasarkan hasil analisis data dilaksanakan refleksi dan diikuti dengan perencanaan lanjutan dalam bentuk revisi dari rencana perbaikan yang telah dilaksanakan.
5. Kegiatan PTK/BK berakhir bilamana target perbaikan pembelajaran/layanan yang berdampak pada pening-katan hasil pembelajaran/layanan---sebagai indikator keberhasilan yang diharapkan telah tercapai. Dengan demikian banyaknya siklus tergantung pada capaian indikator keberhasilan kinerja/target hasil pembelajaran/ layanan yang direncanakan
6. Laporan disusun dan disebar luaskan dalam konteks tilik sejawat agar Guru/Dosen yang lain dapat menelaah/ memanfaatkan laporan hasil penelitian tersebut.

D. Proposal P.T.K.
Komponen Proposal PTK
1. Judul Penelitian: jelas variabel masalah (variabel in put), variabel tindakan (variabel proses), hasil yang diharapkan (variabel out put), dan tempat penelitian.
2. Bidang/Obyek Kajian: pendekatan, model, strategi, media pembelajaran/layanan.
3. Latar Belakang: fokus masalah riil, ditunjukkan bukti-bukti permasalahan yang diajukan, uraian dampak masalah jika tidak diatasi, analisis penyebab masalah dan alternatif tindakan yang sesuai dengan permaslahan.
4. Perumusan dan pemecahan masalah: pertanyaan penelitian dan alternatif tindakan yang direncanakan disertai dengan argumentasinya.
5. Tujuan Penelitian: runtut dengan rumusan masalah dan jelas untuk mengatasi masalah---perbaikan kinerja.
6. Manfaat Penelitian: manfaat teoritis dan manfaat praktis---bagi peserta didik, guru dan/atau sekolah.
7. Kajian Pustaka: kajian teori, konsep, hasil penelitian yang relevan dari variabel-variabel utama dari sumber-sumebr yang relevan.
8. Kerangka Pemikiran: Sajian kerangka pemikiran dalam bentuk deskripsi maupun skema/bagan/gambar, disertai penjelasan yang runtut dan logis antara variabel masalah, variabel tindakan untuk menjawab perumusan masalah secara konseptual.
9. Hipotesis tindakan / kinerja: menunjukkan jawaban konseptual terhadap perumusan masalah
10. Subyek dan Setting Penelitian: subyek dan setting penelitian yang jelas.
11. Prosedur Penelitian: jelas langkah-langkah/ prosedur penelitian---mengandung 4 langkah PTK dan penjelasan-nya (perencanaan, skenario pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi), kejelasan siklus tindakan dan kesesuaian data yang dikumpulkan, kejelasan dan kesesuaian teknik pengumpulan data, kejelasan dan kesesuaian uji validitas data, dan kejelasan dan keseuaian teknik analisis data.
12. Jadwal Penelitian: perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pelaporan penelitian.
13. Biaya Penelitian: rincian biaya penelitian yang diren-canakan.
14. Personalia: identitas dan peranan setiap angota penelitian.
15. Daftar Pustaka.
16. Lampiran: Curicullum Vitae anggota penelitian, instrumen penelitian, dan surat-surat yang diperlukan.
CATATAN: Perhatikan keruntutan antar bagian, yaitu kerun-tutan yang logis antar bagian, terutama judul, rumusan masakah, tujuan penelitian dan hipotesis kinerja.

Senin, Maret 16, 2009

PERINGATAN MAULUD NABI MUHAMMAD SAW.



Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. di masjid Ad Da'wah pekon Bandungbaru kecamatan Adiluwih kabupaten Pringsewu yang dihadiri oleh seluruh civitas SMAN 1 Sukoharjo Pringsewu

Sabtu, Maret 14, 2009

TAHUN INI TUNJANGAN GURU NAIK

Kenaikan Tunjangan Fungsional Tenaga Pendidik/Guru :
PNS Golongan II A Rp 260 Ribu/bulan
PNS Golongan II B Rp 270 Ribu/bulan
PNS Golongan II C Rp 280 Ribu/bulan
PNS Golongan II D Rp 290 Ribu/bulan
PNS Golongan III A Rp 300 Ribu/bulan
PNS Golongan III B Rp 310 Ribu/bulan
PNS Golongan III C Rp 320 Ribu/bulan
PNS Golongan III D Rp 330 Ribu/bulan

PNS Golongan IV A Rp 340 Ribu/bulan
PNS Golongan IV B Rp 350 Ribu/bulan
PNS Golongan IV C Rp 360 Ribu/bulan
PNS Golongan IV D Rp 370 Ribu/bulan
PNS Golongan IV E Rp 380 Ribu/bulan

Tunjangan Khusus Guru di daerah Perbatasan Rp 1,5 Juta/Bulan

sekarang tunjangan fungsional anda berapa tambahkan saja dengan daftar di atas, kan lumayan !!!

Senin, Desember 22, 2008

persahabatan yang hakiki ( sebuah catatan )

apa sech hakiki itu ?
arti sederhananya tangan yang memberi, nah kan kalok persahabatan yang hakiki yaitu persahabatan yang saling mengasih, saling memberi. kalok saling kan harus seimbang, kalok gak imbang berarti tidak hakiki, tapi kalok kita memberi janganlah kita mengharapkan balasan dari yang diberi, sebaiknya kita berharap dari YANG MAHA MEMBERI pasti DIA akan membelas apa yang telah kita berikan, ada lagi nech kalok memberi harus yang terbaik secara universal, jangan asalan, apapun yang kita berikan pada orang lain harus yang layak untuk ukuran yang menerima pemberian kita....ya gak !

yang paling gampang.
senyum jurik ( jujur dan ikhlas )untuk sekeliling adalah pemberian termurah tapi bisa buat sekeliling kelimpungan.
ilmu yang bermanfaat, dapat disumbangkan pada orang yang mebutuhkannya nech ya kalok kita dah bisa memberikan ilmu yang bermanfaat pada orang laen, pasti kita masuk sorga kata ustadz-ustadza. emang nya kita tau tuh sorga, rasain aja di hati masing-masing ! kalok gua sech yakin betul, mangapain berbuat baik kalok gak yakin masuk sorga, sorga kan pemberian TUHAN pada umatNYA.

cara membalas pemberian !
nah kalok kita yang diberi oleh sahabat kita, gampang kok;
1. no tanhk you atau tanhk you ! pilih yang mana hayo ?!
2. pakai pemberian itu, balas pemberian itu.
3. tiru dengan inovativ cara teman kita itu.
4. banyak-banyak memberi, kerena memberi itu adalah sikap modal untuk memdapat kan
banyak keuntungan yang datangnya tidak kita ketahui, tapi pasti.


sendi kalirejo

paduan suara SMAN 1 SUKOHARJO PRINGSEWU LAMPUNG

muli SMAN 1 SUKOHARJO PRINGSEWU LAMPUNG

Minggu, Desember 21, 2008

PROFIL SEKOLAH

GURU & TU

SISWA

KEBUTUHAN GURU

FISIK SEKOLAH

PRESTASI SEKOLAH

Selasa, Desember 16, 2008

SYARAT-SYARAT KEPALA SEKOLAH

LAMPIRAN PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 13 TAHUN 2007
TANGGAL 17 APRIL 2007
TENTANG
STANDAR KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

A.KUALIFIKASI
Kualifikasi Kepala Sekolah/Madrasah terdiri atas Kualifi-kasi Umum, dan Kualifikasi Khusus.

1.Kualifikasi Umum Kepala Sekolah/Madrasah adalahsebagai berikut:
a.Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau di-ploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkepen-didikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi;
b.Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusiasetinggi-tingginya 56 tahun;
c.Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-ma-sing, kecuali di Taman Kanak-kanak /Raudhatul Athfal(TK/RA) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; dan
d.Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pe-
gawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetara-kan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.

2.Kualifikasi Khusus Kepala Sekolah/Madrasah meliputi:

a.Kepala Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA)adalah sebagai berikut:
1)Berstatus sebagai guru TK/RA;
2)Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru TK/RA;dan
3)Memiliki sertifikat kepala TK/RA yang diterbitkanoleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

b.Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI)adalah sebagai berikut:
1)Berstatus sebagai guru SD/MI;
2)Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI;dan
3)Memiliki sertifikat kepala SD/MI yang diterbitkanoleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
c.Kepala Sekolah Menengah Pertama/ MadrasahTsanawiyah (SMP/MTs) adalah sebagai berikut:
1)Berstatus sebagai guru SMP/MTs;
2)Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs;dan
3)Memiliki sertifikat kepala SMP/MTs yang diterbitkanoleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

d.Kepala Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
(SMA/MA) adalah sebagai berikut:
1)Berstatus sebagai guru SMA/MA;
2)Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMA/MA;dan
3)Memiliki sertifikat kepala SMA/MA yang diterbitkanoleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
e.Kepala Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah AliyahKejuruan (SMK/MAK) adalah sebagai berikut:
1)Berstatus sebagai guru SMK/MAK;
2)Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK; dan
3)Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yang diterbitkanoleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

f.Kepala Sekolah Dasar Luar Biasa/Sekolah MenengahPertama Luar Biasa/Sekolah Menengah Atas LuarBiasa (SDLB/SMPLB/SMALB) adalah sebagai berikut:
1)Berstatus sebagai guru pada satuan pendidikanSDLB/SMPLB/SMALB;
2)Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SDLB/SMPLB/SMALB; dan
3)Memiliki sertifikat kepala SDLB/SMPLB/SMALByang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkanPemerintah.

g.Kepala Sekolah Indonesia Luar Negeri adalah sebagaiberikut:
1)Memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 3 tahunsebagai kepala sekolah;
2)Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru padasalah satu satuan pendidikan; dan
3)Memiliki sertifikat kepala sekolah yang diterbitkanoleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

B.KOMPETENSI
DIMENSIKOMPETENSI
KOMPETENSI

1. Kepribadian
1.1Berakhlak mulia, mengembang-kan budaya dan tradisi akhlakmulia, dan menjadi teladanakhlak mulia bagi komunitas disekolah/madrasah.
1.2Memiliki integritas kepribadiansebagai pemimpin.
1.3Memiliki keinginan yang kuatdalam pengembangan diri se-bagai kepala sekolah/madrasah.
1.4Bersikap terbuka dalam melak-sanakan tugas pokok dan fungsi.
1.5Mengendalikan diri dalam meng-hadapi masalah dalam pekerjaansebagai kepala sekolah/ madra-sah.
1.6Memiliki bakat dan minat jabatansebagai pemimpin pendidikan.
2. Manajerial
2.1Menyusun perencanaan seko-lah/madrasah untuk berbagai
tingkatan perencanaan.
2.2Mengembangkan organisasi se-kolah/madrasah sesuai dengankebutuhan.
2.3Memimpin sekolah/madrasahdalam rangka pendayagunaansumber daya sekolah/ madrasahsecara optimal.
2.4Mengelola perubahan danpengembangan sekolah/madra-sah menuju organisasi pembela-jar yang efektif.
2.5.Menciptakan budaya dan iklimsekolah/ madrasah yang kon-dusif dan inovatif bagi pembela-jaran peserta didik.
2.6Mengelola guru dan staf dalamrangka pendayagunaan sumberdaya manusia secara optimal.
2.7Mengelola sarana dan prasaranasekolah/ madrasah dalamrangka pendayagunaan secaraoptimal.
2.8Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat da-lam rangka pencarian dukungan
ide, sumber belajar, dan pembia-yaan sekolah/ madrasah.
2.9Mengelola peserta didik dalamrangka penerimaan peserta di-dik baru, dan penempatan danpengembangan kapasitas pe-serta didik.
2.10Mengelola pengembangan kuri-kulum dan kegiatan pembela-jaran sesuai dengan arah dantujuan pendidikan nasional.
2.11Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsippengelolaan yang akuntabel,transparan, dan efisien.
2.12Mengelola ketatausahaan seko-lah/madrasah dalam mendu-kung pencapaian tujuan sekolah/madrasah.
2.13Mengelola unit layanan khusussekolah/ madrasah dalam men-dukung kegiatan pembelajarandan kegiatan peserta didik disekolah/madrasah.
2.14Mengelola sistem informasi se-kolah/madrasah dalam mendu-kung penyusunan program dan pengambilan keputusan.
2.15Memanfaatkan kemajuanteknologi informasi bagi pe-ningkatan pembelajaran danmanajemen sekolah/madra-sah.
2.16Melakukan monitoring, eva-luasi, dan pelaporan pelaksa-naan program kegiatan seko-lah/ madrasah dengan prose-dur yang tepat, serta meren-canakan tindak lanjutnya.
3. Kewirausahaan
3.1Menciptakan inovasi yangberguna bagi pengembangansekolah/madrasah.
3.2Bekerja keras untuk mencapaikeberhasilan sekolah/madra-sah sebagai organisasi pem-belajar yang efektif.
3.3Memiliki motivasi yang kuatuntuk sukses dalam melaksa-nakan tugas pokok dan fung-sinya sebagai pemimpin seko-lah/madrasah.
3.4Pantang menyerah dan selalumencari solusi terbaik dalammenghadapi kendala yang
dihadapi sekolah/madrasah.
3.5Memiliki naluri kewirausahaandalam mengelola kegiatan pro-duksi/jasa sekolah/madrasahsebagai sumber belajar pesertadidik.
4. Supervisi
4.1Merencanakan program super-visi akademik dalam rangka pe-ningkatan profesionalisme guru.
4.2Melaksanakan supervisi akade-mik terhadap guru dengan meng-gunakan pendekatan dan tekniksupervisi yang tepat.
4.3Menindaklanjuti hasil supervisiakademik terhadap guru dalamrangka peningkatan profesio-nalisme guru.
5. Sosial
5.1 Bekerja sama dengan pihak lainuntuk kepentingan sekolah/ma-drasah
5.2Berpartisipasi dalam kegiatansosial kemasyarakatan.
5.3Memiliki kepekaan sosial terha-dap orang atau kelompok lain.

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
BAMBANG SUDIBYO

Rabu, Oktober 22, 2008

PEMBELAJARAN MODEREN

Sejak tahun 2006 di seluruh Indonesia sudah ada ratusan ribu guru yang lulus sertifikasi, artinya para guru yang telah mendapat sertifikat berpredikat guru profesional, selanjutnya mereka berkewajiban melaksanakan tugas sesuai dengan undang-undang sistem pendidikan nasional, walaupun tidak semua guru yang besertifikat dapat melaksanakan tugas sesuai undang-undang sisdiknas (penulis belum dapat sepenuhnya melaksanakan apa yang diamanatkan UU-sisdiknas),bagaimana dengan pemerintah ? Masysarakat pendidikan sudah tahu hal ini.
Profesional itu apa sih ?
Kalau menurut orang pinter. Jelas, profesionalisme tidak identik dengan pendidikan tinggi. Yang utama adalah sikap dasar atau mentalitas. Maka seorang pengukir batu di pelosok Bali misalnya, meskipun tidak lulus SMP, namun sanggup mengukir dengan segenap hati sampai dihasilkan suatu karya ukir terhalus dan terbaik, sebenarnya adalah seorang profesional. Seorang guru SD di udik Papua yang mengajar dengan segenap dedikasi demi kecerdasan murid-muridnya adalah seorang profesional.
Gampang-gampang susah
Untuk menjadi guru profesional gampang-gampang susah, gampang bila seorang guru punya nyali (ini yang utama) kenapa nyali ? Kan semua gerak manusia berasal dari nyali, bila seorang guru punya nyali dapat dipastikan semua kegiatan proses pendidikan akan dapat dilaksanakan dengan mudah, guru akan lebih berani mengekspresikan diri sepenuh hati dalam dunia pendidikan. Termasuk juga pemerintah harus punya nyali untuk memenuhi amanat UU-sisdiknas.
Menjadi guru yang baik, dikagumi dan dihormati oleh anak didik, masyarakat sekitar dan rekan seprofesi.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk mendapat pengakuan sebagai guru yang baik dan berhasil.
Pertama. Berusahalah tampil di muka kelas dengan prima. Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika perlu, ketika berbicara di muka kelasa tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan.
Kedua. Berlakulah bijaksana. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda.
Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol.
Ketiga. Berusahalah selalu ceria di muka kelas. Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang mengajar.
Keempat. Kendalikan emosi. Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Ingat siswa yang kita ajar adalah remaja yang masih sangat labil emasinya. Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita, apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.
Kelima. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Janganlah merasa malu karena hal ini. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi. Untuk menghindari kejadian seperti ini, berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Jangan bosan belajar. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marah-marah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika siswa sudah tidak beranibertanya, jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil.
Keenam. Memiliki rasa malu dan rasa takut. Untuk menjadi guru yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.
Ketujuh. Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya. Di negeri ini banyak semboyan-semboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru. Kita harus bisa menerima kenyataan ini, jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merigikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Jangan pusingkan gunjingan orang lain, ingatlah pepatah “anjing menggonggong bajaj berlalu.”
Kedelapan. Tidak angkuh di hadapan murid/jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Namun panggillah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik, tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa.
Kesembilan. Berlakulah adil. Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu Serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai.
Memiliki kemauan inovasi
Saatnya guru dalam proses pembelajaran dapat menggunakan teknologi informasi komputer, sehingga dapat mengoptimalkan proses pembelajaran, menggunakan internet untuk download bahan ajar, menggunakan power point, flas player, animasi dalam proses pembelajaran, komputerisasi proses pembelajaran akan lebih menyenangkan peserta pembelajaran, yang pada akhirnya hasil pembelajaran akan optimal. Disini berarti guru dipaksa oleh tuntutan zaman untuk dapat mengoprasikan komputer, laptop merupakan solusi untuk itu, naah kan perlu dana untuk semua itu.
Berapa Penghasilan Guru Indonesia ?
Untuk beli laptop yang mutakhir harus dengan cara kredit, sebab kebanyakan guru Indonesia tidak punya deposito yang memadai. Selamat berjuang para guru Indonesia !!!!
(Dari sendi SMAN Sukoharjo Tanggamus Lampung.)